KARAWANG, PILARJABAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jatisari akan segera membuka Unit Pengelola Darah (UPD). Unit baru ini ditargetkan akan beroperasi setelah idulfitri 1447 H, tepatnya di bulan April 2026.
Layanan ini merupakan langkah strategis RSUD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, dalam meningkatkan pelayanan dan mendekatkannya dengan masyarakat.
“Layanan terbaru ini akan diresmikan setelah Idulfitri. Dulu kami hanya memiliki Unit Transfusi Darah di Kenanga. Sekarang kami sudah mempunyai Unit Pengelola Darah atau UPD,” ujar dr Ilmi Cahya Ruslina, Spesialis Patologi Klinik.
dr Ilmi menjelaskan, sebelumnya RSUD Jatisari masih meminta pasokan darah dari Palang Merah Indonesia. Sejak 13 Februari 2026, izin operasional UPD telah terbit. Saat ini manajemen masih melakukan pelatihan, konsolidasi, serta melengkapi peralatan.
“Kami targetkan siap beroperasi sekitar April. Saat ini pasien sudah ada, tetapi penyediaan darah masih belum mandiri,” katanya.

Setelah peresmian, RSUD Jatisari akan mengelola pengadaan dan distribusi darah sendiri, termasuk layanan transfusi seperti di PMI. Pada tahap awal, rumah sakit akan menggelar donor darah khusus. Jika jumlah pendonor meningkat, akan dibentuk unit donor darah keliling.
Baca Juga : Di RSUD Jatisari Kini Bisa Berobat Penyakit Jantung, Catat Jadwal Dan Waktu Prakteknya!
dr Ilmi sangat menegaskan, setiap darah yang diterima harus memenuhi syarat kesehatan. Unit ini akan menyediakan layanan transfusi darah, termasuk metode pemisahan komponen darah. Darah yang diambil akan diproses untuk mendapatkan sel darah merah pekat, trombosit, dan plasma sesuai kebutuhan medis.
Saat ini terdapat delapan tenaga teknis medis dan 15 tenaga nonmedis yang mendukung operasional UPD. Manajemen berupaya menyiapkan stok darah secara mandiri. Kegiatan donor darah akan digelar setelah Lebaran.
Kebutuhan darah di RSUD Jatisari mencapai sekitar 200 kantong per bulan, dengan volume 350 hingga 450 mililiter per kantong. Dalam tiga bulan terakhir, kebutuhan berkisar 150 hingga 200 kantong darah.
Pada tahap awal, unit ini memprioritaskan tiga komponen utama, yaitu sel darah merah atau Pack Red Cell untuk transfusi anemia dan perdarahan, trombosit untuk pasien demam berdarah dengan kadar trombosit rendah, serta plasma darah yang mengandung faktor pembekuan.
“Pasien dengan gangguan pembekuan darah atau perdarahan membutuhkan transfusi plasma,” ujarnya.
Sel darah merah juga dibutuhkan pasien anemia, pasien kanker terutama kanker darah dengan hemoglobin rendah, serta pasien hemodialisis yang umumnya datang dengan kadar hemoglobin rendah sehingga memerlukan transfusi. (Ist)












