KARAWANG, PILARJABAR – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang telah menggelar festival pagelaran wayang golek kategori dalang cilik tahun 2025. Helaran ini adalah salah satu dari banyak potensi seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Karawang serta untuk menjaring potensi budayawan muda. Alhasil sejumlah pelajar mampu menunjukan bakatnya dengan piawai mementaskan pagelaran wayang golek.
Diketahui, jika pada festival dalang cilik itu sebanyak tujuh dalang cilik dari berbagai jenjang pendidikan berhasil menorehkan prestasi. Mereka adalah Rangga Muhammad Farhan (SD Tanjungpura), Alif Khaidar Khair (MAN 2 Karawang), Azka Ramdani Nata (SMPN 1 Rengasdengklok), Muhammad Septian Ardiansyah (SMPN 6 Karawang Barat), Muhammad Nurfadilah (SMAN 2 Karawang), Raka Fadilah Maknun (SMPN 1 Rengasdengklok), dan Muhammad Fadlan Putra (SMPN 6 Karawang Barat).
Ki dalang Rangga Muhammad Farhan, memang sebelumnya telah menorehkan prestasi membanggakan sebagai Juara 3 Dalang Anak Tingkat Nasional 2024. Namun, pada tahun ini, ki dalang Raka Fadilah Maknun ditetapkan sebagai perwakilan Karawang untuk ajang Festival Dalang Anak Tingkat Nasional 2025, mewakili Jawa Barat.
Kepala Disparbud Karawang, Abas Sudrajat, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas semangat anak-anak Karawang dalam melestarikan seni pedalangan.
“Karawang ini punya potensi besar. Anak-anak kita berbakat dan punya semangat luar biasa. Dalam Festival Dalang Cilik kemarin, beberapa peserta berhasil meraih predikat terbaik dan akan kita dorong untuk tampil di tingkat Jawa Barat,” ujar Abas seperti dikutip dari Jabarnet.com, Jumat (17/10/2025).
Abas menegaskan, Disparbud Karawang akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar potensi generasi muda di bidang seni tradisional terus berkembang.
“Kami akan terus melakukan pembinaan agar para dalang cilik ini bisa berkembang dan berprestasi lebih tinggi,” tambahnya.
Abas berharap keberhasilan para dalang muda ini dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus bukti bahwa Karawang tidak hanya kaya akan potensi wisata, tetapi juga memiliki generasi yang mencintai budaya lokal.
“Harapan kami, dalang-dalang cilik ini bisa terus berprestasi hingga tingkat nasional dan menjaga agar seni tradisi tetap hidup di Karawang,” pungkasnya. (Ist/red)












