KARAWANG, PILARJABAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah didaulat membacakan sejarah babad Karawang, pada Rapat Paripurna (Rapur) DPRD Istimewa HUT Karawang ke-392, Minggu (14/09/25).
Pembacaan babad sejarah tentang asal mula berdirinya Kabupaten Karawang itu, disaksikan langsung Gebernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Maslani, unsur pimpinan DPRD dan Forkopimda Kabupaten Karawang serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Pada kesempatan itu, Sekda Aang juga membacakan Bupati Karawang dari masa kemasa, diantaranya ada Bupati purnatugas yang masih ada, dan berkesempatan hadir pada kegiatan Rapur DPRD HUT Karawang ke-392.
Sejarah singkat berdirinya Kabupaten Karawang
Pada tahun 1632 M, Sultan Agung mengutus Wiraperqbangsa dari Galuh dengan membawa 1000 prajurit dan keluarganya menuju Karawang. Tujuan pasukan yang dipimpin oleh Wiraperbangsa adalah untuk membebaskan Karawang dari pengaruh Banten, mempersiapkan logistik sebagai bahan persiapan melakukan penyerangan kembali terhadap VOC (Belanda) di Batavia. Sebagaimana halnya tugas yang diberikan kepada Aria Wirasaba yang telah di anggap gagal.
Tugas yang diberikan kepada Wiraperbangsa dapat dilaksanakan dengan baik, dan hasilnya dilaporkan kepada Sultan Agung. Atas keberhasilannya, Wiraperbangsa oleh Sultan Agung dianugerahi Jabatan Wedana (setingkat Bupati) di Karawang dan di beri gelar Adipati Kertabumi III serta diberi hadiah sebilah keris yang bernama karosinjang.
Setelah penganugerahan gelar tersebut yang dilakukan di Mataram, Wiraperbangsa bermaksud akan segera kembali ke Karawang, namun sebelumnya beliau singgah dulu ke Galuh untuk menjenguk keluarganya atas takdir ilahi beliau wafat di Galuh.
Setelah Wiraperbangsa wafat, Jabatan Bupati di Karawang dilanjutkan oleh putranya yang bernama Raden Singaperbangsa. Dengan gelar Adipati Kertabumi IV yang memerintah pada tahun 1633 – 1677. Tugas pokok yang diemban Raden Adipati Singaperbangsa mengusir VOC (Belanda) dengan mendapat tambahan prajurit sebanyak 2000 dengan keluarganya, serta membangun persawahan untuk mendukung logistik perang. Hal itu tersirat dalam piagam plat kuning kandang sapi gede.
Isi Piagam Plat Kuning Kandang Sapi Gede
Peringatan piagam raja kepada Ki Rangga Gede di Sumedang di serahkan kepada Si Astrawardana, sebabnya maka saya serahi piagam ialah karena saya berikan tugas menjaga tanah negara agung milik raja. Di sebelah barat berbatas Cipamingkis, disebelah timur berbatas Cilamaya, serta saya tugaskan menunggu lumbung berisi padi lima takes lebih tiga belas jahit. Adapun padi tersebut diterima oleh Ki Singaperbangsa, basakalatan yang menyaksikan piagam dan lagi kyai Yudhabangsa bersama Ki Wangsa Taruna yang diutus oleh raja untuk pergi dengan membawa 2000 keluarga. Pimpinannya adalah Kyai Singaperbangsa dan Ki Wirasaba. Sesudah piagam diterima kemudian mereka di tempatkan di Waringinpitu dan di Tanjungpura. Tugasnya adalah menjaga tanah Negara Agung di sebelah barat.
Piagam ini ditulis pada hari Rabu tanggal 10 bulan Mulud tahun alif. Yang menulis piagam ini ialah saya, Anggaprana. (red)












