PMII Cabang Karawang Sisir Gelandangan, Pemerintah Diminta Serius Lakukan Penanganan

KARAWANG, PILARJABAR – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Karawang turun ke jalan menyisir gelandangan dan pengemis di seputar jalan pusat kota Karawang, Sabtu malam (22/03/25).

Aksi mahasiswa tersebut digelar akibat semakin maraknya gelandangan dan pengemis, terlebih di bulan suci ramadhan, padahal sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, sudah melakukan penertiban.

“Soal gelandangan dan pengemis di Karawang tak kunjung usai, terlebih di momentum ramadhan seperti saat ini semakin marak bermunculan di jalan-jalan, di Karawang. Untuk itu kami memutuskan untuk terjun langsung melakukan observasi terhadap gelandangan dan penegemis yang kerap beredar untuk mencari tahu motif mereka,” ujar Sekretaris PC PMII Karawang, Mardhika.

Dalam penelusurannya Mardhika mendapatkan sejumlah fakta, diantaranya identitas mereka ternyata merupakan warga dari luar Karawang.

“Kebanyakan mereka berasal dari luar Karawang. Kegiatan meminta – minta yang bahkan melibatkan anak – anak itu dijadikan mereka sebagai mata pencaharian, alasannya, disebabkan faktor kebutuhan, dan karena mereka tidak ditopang oleh pendidikan dan kemampuan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut Mardhika menilai, ini merupakan masalah sosial yang harus ditangani dengan serius dan tegas oleh Pemerintah. Segera lakukan penertiban dan koordinasi dengan pemerintah daerah mereka berasal.

“Disatu sisi mereka perlu mendapat kehidupan yang layak, tapi disisi lain kegiatan mengemis merupakan penyakit sosial, maka perlu penanganan serius dari pemerintah,” tegasnya.

“Ketegasan dan pengawasan pun perlu ditekankan, sebab jika hanya diberi pembinaan, mereka akan kembali lagi. Karawang sebagai kota yang dianggap mereka besar akan jadi sasaran mereka beraksi, dampaknya akan mengotori Karawang karena dipenuhi oleh gelandangan dan pengemis, padahal mereka bukan orang Karawang,” katanya.

Mardhika meminta Pemkab Karawang, khususnya Dinas Sosial Dan Satpol PP, untuk merumuakan pemecahan masalah sosial tetsebut.

“Formulasi yang ideal harus diciptakan untuk penanganan persoalan tersebut, seperti membuat pendidikan non formal berupa pelatihan usaha atau kerja. Formulasi itu nanti diperuntukan bagi pengemis atau gelandangan yang identitasnya orang Karawang,” tandasnya. (Cr1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *