Pendidikan Karawang Jadi Sorotan, PMII : Akibat Lemahnya Monev Disdikpora

KARAWANG, PILARJABAR – Dunia pendidikan di Kabupaten Karawang tengah menjadi sorotan banyak pihak. Sejumlah isu muncul, mulai dari tawuran antar pelajar hingga dugaan penyalahgunaan program PIP merupakan akibat dari lemahnya monitoring Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Karawang Mochammad Haikaladiya, saat menyikapi adanya persoalan di dunia pendidikan yang tengah ramai di Media Sosial.

“Kami PMII Karawang menyatakan bahwa Disdikpora harus serius melihat masalah ini. Sebab, pendidikan dan kepemudaan menjadi salah satu masalah serius yang juga bagian dari tugas dan fungsi dinas tersebut sehingga jangan sampai kejadian itu terulang kembali,” ujarnya, Senin (10/02/25).

Mochammad menyebut, isu teranyar tengah mencuat adalah soal dugaan penyalahgunaan program PIP yang terjadi di SMP 1 Kutawaluya belakangan ini, maka ditekankan Disdikpora harus segera mengambil tindakan.

“Dalam upaya menciptakan pendidikan yang baik untuk semua kalangan, pemerintah pusat membuat program PIP untuk masyarakat dengan kategori tertentu. Namun program tersebut diduga disalahgunakan di salahsatu SMP yang ada di Karawang,” katanya.

Begitupun soal tawuran pelajar yang sering terjadi, Mochammad mengaku prihatin. Kejadian tersebut dinilai merupakan sebuah kebobrokan moral, dan harus menjadi bahan evaluasi Disdikpora Kabupaten Karawang.

“Maraknya tauran pelajar yang terjadi, seperti yang baru terjadi, dilakukan oleh siswi menjadi sangat ironi, betapa bobroknya moral pelajar saat ini. Hari ini pemuda dan pelajar Karawang sebagai wajah-wajah yang akan membangun karawang kedepan melakukan hal yang mencoreng nilai-nilai semangat kepemudaan,” katanya.

Lebih lanjut Mochammad menilai, lemahnya monitoring dan kurangnya koordinasi antara Disdikpora dengan stakeholder terkait menjadi penyebab tercorengnya dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.

“Seharusnya Disdikpora gencar berkoordinasi dengan stakeholder terkait, seperti dengan Satpol PP, Camat, serta Lurah agar mereka ikut berperan aktif dalam mencegah terjadinya tawuran. Lalu Disdikpora Karawang juga perlu inten memonitoring sekolah, melalui Kepala Sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar, serta program pemerintah dimanfaatkan sesuai harapan,” katanya.

“Disdikpora bersama stakeholder lainnya memang sudah seharusnya terkoneksi untuk mencapai tujuan bersama, dalam hal ini adalah mencegah terulangnya kembali terjadinya tawuran dan mengantisipasi penyelewengan dana PIP,” tandasnya. (Dhika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *