KARAWANG, PILARJABAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar monitoring dan evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik dan pengelolaan pengaduan tahun 2025, di Aula lantai 3, Gedung Singaperbangsa Karawang, Senin (03/02/25).
Kegiatan tersebut digelar bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pengaduan serta penerapan keterbukaan informasi publik Pemkab Karawang.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah menyampaikan apresiasi, terkait raihan kategori Kabupaten informatif dengan nilai tertinggi dari Komisi informasi Jawa Barat.

Hal tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi kedepan.
Di era perkembangan teknologi ini, Sekda Aang berpesan kepada seluruh peserta untuk termotivasi aktif dalam penggunaan media sosial, dan merespon cepat terhadap aspirasi atau aduan dari masyarakat terkait pembangunan yang ada di Kabupaten Karawang.
“Dimohon kepada rekan – rekan untuk optimalisasi peran dan fungsi sebagai jembatan komunikasi, juga untuk respon cepat terhadap data, aspirasi atau aduan masyarakat,” ujarnya.
Terkait aduan masyarakat tahun 2024, ia menyebut terdapat 7,44 persen lagi yang masih dalam proses, sehingga grafik data yang ada bisa menjadi acuan kedepan untuk lebih baik lagi dalam merespon aduan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Karawang Wahidin, berharap dengan adanya kegiatan tersebut mampu mengoptimalkan peran dan fungsi sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah atau sebalikanya, sehingga tercapai pengertian antara masyarakat dan pemerintah.
“Diharapkan mampu mempercepat respon perangkat daerah untuk menindaklanjuti aduan atau aspirasi dan kebutuhan masyarakat serta perbaikan layanan publik,” katanya.
Wahidin juga menyampaikan, data aduan masyarakat pada tahun 2024 sebanyak 7093 pengaduan berdasarkan cut off per 31 Desember, dan sebanyak 90,6 persen telah diselesaikan, 7,44 persen masih dalam proses dan 2 persen menunggu. (Ist)












