KARAWANG, PILARJABAR – Sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus di Karawang menyelenggarakan Nonton Bareng (Nobar) film besutan Brother 911 yang berjudul “Karawang Undercover”.
Film dokumenter yang menceritakan tentang kebobrokan sistem Pemerintahan sebelumnya di Kabupaten Karawang, dimana banyak pembangunan yang tidak bermanfaat disinyalir dijadikan sebagai ladang korupsi dan pemborosan anggaran, ditayangkan di sekitar kampus UBP, pada Minggu malam (24/11/24).
Usai nobar film Karawang Undercover para mahasiswa dari Dua Kampus besar di Karawang, yaitu Unsika dan UBP itu berdiskusi dan memberikan pandangannya.
Izzul, seorang Mahasiswa Unsika memberi pandangan tentang film tersebut. Setelah menonton Karawang Undercover, Ia mengaku termotivasi dan pengingat betapa pentingnya memilih pemimpin yang jujur dan transparan menjelang Pilkada 2024.
“Ini juga menjadi pengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas dalam pemerintahan untuk mencegah penyalahgunaan wewenang. Sebagai generasi muda, kita memiliki tanggung jawab untuk memahami isu-isu ini, mengkritisi, dan turut serta dalam menciptakan sistem yang lebih bersih dan adil di masa depan, serta mengingatkan kita agar tidak salah dalam memilih pemimpin,” ujar izzul.
Mahasiswa lainnya dari Unsika juga mengungkapkan pandangannya, bahwa film tersebut menggambarkan dampak buruk dari tindakan korupsi dalam sebuah Pemerintahan. Sehingga perlu adanya edukasi terhadap masyarakat untuk memilih pemimpin yang bersih dari korupsi.
“Setelah menonton film Karawang Undercover menurut saya film ini sangat penting tentang dampak buruk korupsi terhadap masyarakat dan pembangunan daerah. Melalui rekam jejak pemimpin sebelumnya yang terjerat kasus korupsi, film ini menyajikan pelajaran berharga tentang pentingnya integritas dalam kepemimpinan agar ke depannya pembangunan karawang lebih terasa untuk masyarakat, dan semoga dengan adanya film ini seluruh masyarakat dapat mengetahui tentang peran kita semua dalam pembangunan karawang ke depan,” ungkapnya.
Tidak jauh berbeda diungkapkan Zidan, seorang mahasiawa UBP yang mengaku termotivasi setelah menonton film tersebut, kesadaran agar lebih kritis dalam melakukan kontroling terhadap Pemkab Karawang seharusnya menjadi tanggung jawab mahasiswa sebagai Agen of chage.
“Film ini sangat bagus karena film ini dapat memotivasi kita sebagai mahasiswa untuk lebih peduli terhadap politik lokal dan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Karawang Undercover bukan hanya sebuah kisah, tetapi juga panggilan untuk lebih kritis dan berani melawan korupsi,” tandasnya.
Sebelumnya Brother 911 telah merilis film dokumenter berjudul “Karawang Undercover”, dimana film itu menceritakan kebobrokan sistem Pemerintahan sebelumnya di Karawang.
Karawang Undercover dibuat untuk mengedukasi dan memberikan pesan moral kepada masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya memilih pemimpin sebuah pemerintahan yang berintegritas, transparan dan bersih dari koruptif.
Selebihnya, Karawang Undercover dibuat sebagai bentuk hiburan sekaligus pengingat tentang sekandal dan sengkarut yang pernah terjadi pada Pemerintah sebelumnya di Karawang, dan tidak didasari oleh sentimen apapun. (red)












