Marwah PC NU Karawang Tercemari Sikap Politik Ketuanya? Rais Syuriyah Diminta Tanggung jawab

KARAWANG, PILARJABAR – Konflik internal PC NU Karawang pasca Pilkada Karawang tahun 2024 mulai mencuat.

Pasalnya, Deden Permana sebagai Ketua PC NU Karawang pada Pilkada Karawang ditengarai telah mencemari marwah Nahdlatul Ulama sebagai organiasi yang bebas dari politik.

Keterlibatan Ketua NU Karawang dalam Pilkada Karawang 2024 mendukung Paslon tertentu sangat mencolok dengan memobilisasi anggota dan struktural pengurus diarahkan untuk ikut mendukung Paslon Acep – Gina.

Bahkan untuk mensiasati nama NU tidak tersered kedalam pusaran politik pilkada Karawang, Deden diduga membuat organisasi taktis bernama Majelis Ulama dan Santri (MUASIS), namun siasat itupun tetap mencemari marwah NU, sebab Deden terlibat langsung dalam memenangkan Acep – Gina.

Sikap politik Ketua PC NU Karawang itu mendapat sorotan kader NU Karawang Saepul Anwar (40), ia mengaku prihatin karena NU Karawang diseret secara terang – terangan kedalam politik Pilkada.

Hal itupun tidak menutup kemungkinan Ketua melakukan interpensi terhadap pengurusnya untuk ikut mendukung Paslon yang didukungnya.

Padahal, pribadi warga NU dalam politik diperbolehkan dan dibebaskan, selama tidak membawa nama NU dalam dukungan Politiknya. Begitupun interpensi Ketua NU terhadap pengurus tidak dibenarkan.

“Perbedaan pandangan dan perbedaan dalam menyalurkan aspirasi politik bagi pengurus dan warga NU merupakan hal lumrah yang dilindungi oleh keputusan mukhtamar NU 1989 di Ponpes Krapyak Jogjakarta,” ungkapnya.

“Tidak ada dalam NU penyeragaman pilihan politik, sebaliknya NU memberikan kebebasan kepada warganya dalam menentukan pilihannya. Yang terpenting saling menghargai dan menghormati sehingga tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan NU karawang. Kalau ketua PCNU karawang deden permana memaksa semua pengurus mengikuti pilihan politiknya berarti ada motif kepentingan pribadi,” tambahnya.

Atas hal itu, Saepul Anwar menekankan pertanggungjawaban Rais Syuriah PC NU Karawang, sebagai pembimbing pengurus PC NU Karawang, dan mengembalikan marwah NU Kabupaten Karawang.

“Beredar kabar akan adanya pleno mau ada pemecatan beberapa pengurus yang mendukung paslon Aep-Maslani pada pilkada karawang 2024, ini akan menimbulkan citra buruk bagi NU Karawang sebagai organisasi yang mengayomi seluruh aspirasi politik warganya, cukup Jaa Maliki dan Nurali saja yang di pecat,” pungkasnya. (Ist/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *