Bintang 9 : Isyarat Alam H. Aep Saepuloh Akan Kembali Pimpin Karawang

Ditules Oleh : Ahmad Nahrowi

KARAWANG, PILARJABAR – Bismillahirrahmanirrahim, tulisan ini di buat untuk menganalisa peluang Bupati Aep Syaepulloh terpilih kembali menjadi Bupati Karawang pada pemilukada 27 November 2024, berdasarkan isyarat alam melalui kearifan ilmu pesantren dan keilmuan nusantara.

Setidaknya ada dua pisau analisis dalam membaca isyarat ini, pertama perspektif hitungan ilmu pesantren yang mana kitab Abu Masyar Al-falaki sebagai rujukannya. Dan yang kedua berdasarkan hitungan jawa kuno, yaitu hitungan balung, Neptu, Weton dan Hanacaraka sebagai alat analisanya.

Pertama, sebagaimana di jelaskan dalam kitab Abu Masyar Al-falaki, setiap huruf Arab-Hijaiyah masing-masing mengandung nilai. Apabila disusun menjadi sebuah nama maka akan menghasilkan nilai dari penjumlahan setiap huruf tersebut dengan menggunakan rumus Abajadun.

Aep Saepulloh tersusun dari huruf alif (1), Ya (10), Fa (80) Sin (60) Ya (10) Fa (80) Alif (1) Lam (30) Lam (30) Ha (5), jumlah 307. Selanjutnya di kurangi angka 9-9 sampai habis, sisa 1. Angka 1 dalam teori ini dapat mengalahkan nama seseorang yang memiliki angka sisa 9, 7, 5, 3, 1. Maka dalam perspektif ini Bupati Aep Saepulloh akan mendapatkan keunggulan dan kemenangan kembali.

Kedua, berdasarkan hitungan jawa dengan memakai rumus hitungan Balung, Neptu, Weton dan Hanacaraka. Bupati Aep Syaepulloh sendiri lahir sabtu kliwon, jatuh pada simbol bumi. Orang yang lahir dengan simbol bumi memiliki karakter sebagaimana bumi, pintar mengasuh, tidak akan putus memberi manfaat kepada semuanya. Ulet dan pantang menyerah dalam segala hal apapun, apabila sedang jatuh maka akan segera bangkit. Berani melawan pada siapa saja yang dapat mengganggu dan menghalangi cita-cita dan kepentingannya.

Begitupun hatinya mudah merekam peristiwa yang telah dilalui, selalu ingat siapa saja yang berbuat baik dan tidak baik padanya, sehingga tau bagaimana cara berterimakasih. Orang dengan simbol bumi ini memiliki kecocokan dalam membawa Bumi Karawang menjadi lebih maju.

Adapun berdasarkan hitungan Balung, hari lahir Bupati Aep, Sabtu (2) Kliwon (1), maka jatuh pada angka 3, maknanya kang gawe lumbung, masuk dalam hitungan bagus. Lumbung berarti tempat penyimpanan padi yang dikelola bersama untuk kebaikan masyarakat. Juga berarti tempat menyimpan berbagai hasil usaha desa, menciptakan persahabatan, menjalin kerjasama yang baik dengan siapapun, berbagi sesuatu serta mampu menjaga sinergitas dengan semua orang dalam kelompok kerja. Ini merupakan gambaran ideal untuk corak sosok kepemimpinan karawang kedepan.

Apabila di hitung dari neptu weton pasangan dengan memakai aksara lima. Maka, Aep Syaepulloh, sabtu (9) Kliwon (8), Maslani, Kamis (8) Pon (7) jumlah 32, dikurangi 5 sampai habis, sisanya angka 2 jatuhnya hitungan Lungguh. Artinya derajat, pangkat, jabatan. Bagi pasangan ini ada bagian dalam meraih jabatan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Karawang.

Yang terahir memakai hitungan hanacaraka dengan aksara tujuh. Yaitu penjumlahan nama Cabup Aep Syaepulloh, Cawabup Maslani, nama daerah dan hari pelaksanaan. Di jumlahkan hasilnya 118, kemudian dikurangi 7 sampai habis, sisa angka 6. Angka 6 jatuh pada hitungan sanggar waringin artinya tempat yang teduh tentram dan sejahtera. Bumi Karawang lebih memilih untuk di pimpin oleh sosok yang memiliki niat tulus dan baik, tidak banyak kontroversi dan memiliki rekam jejak yang baik juga, agar pada perjalanannya membawa Karawang lebih maju dengan tentram dan sejahtera.

‘Ala kulli hal, Tentu semuanya tidak lepas dari semangat berikhtiyar dalam meraih dukungan dan suara rakyat dengan tetap di iringi oleh kekuatan doa pada Sang Kuasa pemilik Alam. Wallahu A’alam bishowab. (Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *