KARAWANG, PILARJABAR – Suasana Lapangan Karawangpawitan II, Kabupaten Karawang, Jumat 22 Mei 2026, mendadak ramai bukan karena konser atau turnamen, melainkan aksi bersih-bersih massal yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang.
Aksi ini jadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema “Now For Climate”. Pesannya simpel tapi ngena: bumi lagi nggak baik-baik saja, dan perubahan harus dimulai dari hal kecil, termasuk urusan sampah.
Tak sendirian, DLH turun bareng Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora), jajaran kecamatan, kelurahan, hingga warga sekitar. Mereka kompak menyisir area publik, ngangkut sampah, merapikan kawasan, sampai mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.
Kepala DLH Karawang, Asep Suryana, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar agenda tahunan penuh seremoni dan spanduk belaka.
Menurutnya, momentum ini harus jadi alarm bersama agar masyarakat makin sadar pentingnya menjaga lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim yang makin nyata.
“Ini bukan cuma kegiatan simbolis. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.
Asep juga menegaskan budaya peduli lingkungan harus dimulai dari sekitar tempat tinggal dan ruang publik yang setiap hari digunakan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Luki Mantera Dwi Putra Romly, menyebut aksi bersih-bersih tersebut menjadi bukti kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kawasan publik yang nyaman dan sehat.
Menurutnya, pemerintah daerah tak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan pengelola kawasan.
“Kalau lingkungan bersih dan tertata, masyarakat juga akan lebih nyaman beraktivitas,” katanya.
DLH Karawang memastikan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 belum berhenti sampai di sini. Hingga awal Juni nanti, sejumlah kegiatan lanjutan bakal digelar.
Salah satu agenda puncaknya adalah aksi penanaman pohon yang akan melibatkan OPD, Forkopimda, perusahaan, komunitas hingga aktivis lingkungan di Karawang.
Lewat gerakan ini, DLH ingin menunjukkan bahwa isu lingkungan bukan cuma bahan diskusi di seminar, tapi aksi nyata yang harus dilakukan bareng-bareng demi menghadapi dampak perubahan iklim. (Ist)












