Begini Penjelasan DPUPR Karawang Soal Proyek Drainase di Jalan Niaga, Mitigasi Genangan Air!

KARAWANG, PILARJABAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang, akhirnya angkat suaran menjelaskan soal tujuan pengerjaan proyek drainase di jalan Arif Rahman Hakim Karawang atau yang dikenal dengan jalan Niaga, yang sempat menjadi sorotan banyak pihak, karena dinilai asal dan hanya menghamburkan anggaran.

Bahkan, buntut atas banyaknya sorotan, langsung mendapat respon Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, S.E dengan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap proyek pembangun drainase di jalan Niaga.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Karawang, Aries Purwanto mengungkapkan faktor teknis tujuan dilanjutkannya pembangunan darainase.

“Drainase existing yang dibongkar kondisinya relatif sudah cukup lama. Panjang uditch yang dipasang baru pada tahun 2024 hanya sepanjang 120 meter, dengan titik 0 di gonggo sampai dengan gerbang ampera 3 ujung,” ujarnya kepada Pilarjabar.com melalui pesan Whatsaapnya, Selasa (15/07/25).

Proyek ini dijelaskan Aries, merupakan lanjutan tahun 2024, dan rencanya akan dipasang uditch sepanjang 489,6 meter, dari titik gerbang ampera 3 sampai dengan gerbang ampera 2.

Lebih lanjut Aries juga mengungkap kondisi existing auditch lama dengan ukuran 80 x 80 cm dan akan diganti oleh auditch baru ukuran 100 x 100 cm, agar dapat menampung air lebih besar.

“Saat ini dimensi saluran existing adalah 80 x 80 cm, dimana daya tampung dengan seiring perkembangan zona runoff yang semakin hilang di catchment area sekitar, dan semakin banyaknya inlet buangan ke drainase tersebut, maka daya tampung dengan dimensi tersebut sudah tidak memadai. Rencana terpasang adalah dimensi baru 100 x 100 cm,” ungkapnya

Aries juga menyebut, endapan lumpur tebal yang tidak terkontrol mempersempit daya tampung air, sehingga air berpotensi meluap ke jalan jika debitnya tinggi.

“Sepanjang drainase tersebut, elevasi dasar saluran tidak terkontrol karena adanya lumpur di bawah konstruksi U-ditch existing, maka dengan itu saluran baru diharapkan bisa menyambung elevasi dasar yang terputus,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *