BKPSDM Karawang Luncurkan SIMPELIN, Platform Digitalis Pelayanan Pensiun ASN!

KARAWANG, PILARJABAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) meluncurkan Sistem Informasi Pelayanan Pensiun (SIMPELIN), sebuah platform digital berbasis web dan mobile yang dirancang untuk menyederhanakan dan mendigitalisasi seluruh proses pelayanan pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Peluncuran ini diresmikan langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syarpuloh, S.E dalam acara Sosialisasi Persiapan Pensiun bagi ASN yang akan memasuki masa purna bakti pada periode September 2025 hingga Agustus 2026.

SIMPELIN hadir sebagai solusi atas tantangan pelayanan pensiun yang selama ini masih bersifat manual, kurang transparan, dan memakan waktu.

Platform ini dilengkapi dengan fitur-fitur unggulan seperti dashboard informasi pensiun, notifikasi otomatis, integrasi data kepegawaian, serta layanan konsultasi online. Dengan SIMPELIN, proses pengajuan dokumen hingga pemantauan status pensiun dapat dilakukan secara lebih efisien, akurat, dan terintegrasi.

Bupati Aep dalam sambutannya mengungkapkan, SIMPELIN adalah bukti nyata komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan berpihak pada calon pensiunan.

“Melalui platform ini, pelayanan pensiun tidak hanya mendigitalisasi proses, tetapi juga membangun transparansi, efisiensi, dan kenyamanan bagi seluruh pihak,” ujarnya.

Diketahui, peluncuran SIMPELIN juga menjadi bagian dari rangkaian acara sosialisasi program Taspen dan layanan perbankan bagi 637 ASN yang akan memasuki masa purna bakti. Rincian peserta terdiri dari 618 PNS dan 19 PPPK, dengan jabatan terbanyak yaitu Guru (440 orang), Tenaga Kesehatan (38 orang), dan Tenaga Teknis (43 orang).

Sosialisasi SIMPELIN oleh BKPSDM Karawang

Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti PT. Taspen, Bank BJB, BKN, dan DPK Korpri turut mendukung kesuksesan implementasi SIMPELIN. Ke depan, sistem ini diharapkan dapat menjadi model transformasi digital pelayanan publik di Kabupaten Karawang, sekaligus mewujudkan visi daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, Plt. Kepala BKPSDM, Asip Suhendar juga sedikit menjelaskan mengenai SIMPELIN.

“SIMPELIN adalah platform digital berbasis web dan mobile yang menyederhanakan seluruh alur pelayanan pensiun, mulai dari pengajuan dokumen hingga informasi pencairan klem/dana pensiun dari taspen,” terangnya.

Sementara itu, Sekretris BKPSDM, Gerry S Samrodi mengungkapkan, kelebihan dari sistem digitalis SIMPELIN.

“Melalui SIMPELIN, kami tidak hanya mendigitalisasi proses, tetapi juga membangun transparansi, efisiensi, dan kenyamanan bagi seluruh pihak, mulai dari ASN, pensiunan, hingga stakeholder terkait. Fitur-fitur unggulannya, seperti dashboard informasi, notifikasi otomatis, dan layanan konsultasi online, akan memudahkan semua pihak dalam mengakses informasi pensiun,” jelasnya.

“Aplikasi SIMPELIN ini merupakan pilot project pelayanan digital di BKPSDM, kedepannya semua pelayanan di BKPSDM termasuk kenaikan pangkat, laporan disiplin ASN, pengembangan SDM dan lainnya semuanya akan online dengan penambahan fitur di SIM ASN, oleh karena itu ASN harus selalu update data di SIM ASN nya,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Sistem Informasi (PPSI) BKPSDM, Nendi Sopandi menambahkan, Pensiun adalah hal yang akan ASN hadapi, mau tidak mau, suka tidak suka, jadi jangan dibuat pusing, SIMPELIN aja, jalani aja.

“Tentunya sebagai ASN kita harus terus berdoa dan bekerja dengan baik dan benar agar ketika pensiun nanti selesai dengan mulus, tidak terkena kasus hukum atau hal lainnya. Selain pelayanan digital dengan SIMPELIN, kita juga memetakan keinginan, bakat dan minat calon purna bhakti dengan mengedarkan kuisioner dan hasil nya sebagai bahan tindak lanjut BKPSDM,” katanya.

“Calon pensiunan harus terbiasa dengan apliksi digital, karena setelah pensiun nanti pelayanan dari Taspen juga serba digital, kami memperkenalkan aplikasi SIMPELIN ini sebagai latihan, agar para calon pensiunan terbiasa dengan aplikasi digital nantinya,” pungkas Nendi. (Ist/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *