KARAWANG, PILARJABAR – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh resmi membuka turnamen tenis meja ‘Bupati Cup 2025’ yang diselenggarakan di Mall Tecnomat, Galuh Mas Karawang, Sabtu (01/02/25).
Open turnamen tenis meja yang dilaksanakan 1 – 2 Februari 2025 itu terselenggara atas kerjasama ikatan Jurnalis Televisi Karawang (JTK) dan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Karawang, mempersembahkan Trofi Bupati Karawang serta uang tunai Jutaan Rupiah untuk diperebutkan.
Ketua JTI Karawang yang juga sebagai Ketua Panitia turnamen, Rudi Setiawan mengungkap, animo peserta yang mengikuti turnamen sangat tinggi, bukan saja dari Kabupaten Karawang, tapi juga diikuti oleh peserta dari luar daerah.
“Kami tidak menyangka animo masyarakat begitu tinggi. Awalanya ada 750 peserta yang mendaftar, namun karena dibatasi, panitia hanya menerima 653 peserta saja yang berasal dari Karawang, Bekasi, Purwakarta dan Subang,” ujarnya.
“Ini menunjukkan bahwa tenis meja memiliki banyak peminat di Karawang dan sekitarnya,” timpalnya.

Disampaikan Rudi, tujuan utama diselenggarakannya turnamen itu adalah mencari bibit unggul yang dapat mewakili Karawang dalam Porda maupun PON, bahkan hingga kanca Internasional.
“Kami ingin turnamen ini menjadi batu loncatan bagi atlet muda Karawang untuk berkembang dan membawa nama daerah di ajang yang lebih tinggi,” katanya.
Lebih lanjut Rudi berharap, JTK dapat menyelenggarakan turnamen yang lebih bergengsi di masa mendatang, bahkan hingga tingkat Nasional.
“Semoga di waktu mendatang, kami bisa menggelar event yang lebih besar dan menghadirkan lebih banyak atlet berbakat dari seluruh Indonesia,” katanya.
“Turnamen ini juga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum bagi para atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di dunia tenis meja,” tambahnya.
Rudi menjelaskan tingkatan dalam turnamen yang pihaknya gelar, meliputi sejumlah kategori, diantaranya pelajar dan umum.
“Turnamen ini mempertandingkan beberapa kategori, antara lain.
– Pelajar Putra dan Putri Usia 13 dan 16 Tahun
– Kategori Umum Divisi 8, 9, 10
– Kategori Non-PON atau Non-Porda (Divisi 5 dan 6) yang diikuti peserta dari Jabodetabek,” jelasnya.
“Para juara di setiap kategori berhak mendapatkan uang pembinaan, trofi Bupati Karawang, serta medali. Bahkan, peserta yang masuk delapan besar tetap akan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka,” tandasnya. (red)












