Terpilih Aklamasi, Samser Affandi Gultom Pimpin Permata Karawang Lima Tahun ke Depan

KARAWANG, PILARJABAR — Musyawarah Besar (Mubes) II Perkumpulan Masyarakat Batak Karawang (Permata Karawang) sukses digelar di Resto Dome, Sabtu (31/10/2026).
Forum tertinggi organisasi tersebut berlangsung lancar dan khidmat dengan semangat persaudaraan serta kebersamaan.

Dalam Mubes II Tahun 2026 tersebut, seluruh peserta menerima laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya secara utuh tanpa pengecualian. Forum juga menetapkan Samser Affandi Gultom, S.T., sebagai Ketua Umum Permata Karawang periode 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Rusdi Hasibuan, S.E., menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes II menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat Batak di Kabupaten Karawang, meskipun memiliki latar belakang puak, agama, dan keyakinan yang berbeda.

“Mubes II ini terlaksana dengan semangat persaudaraan sesama masyarakat Batak di Karawang, walaupun berbeda keyakinan dan berbeda puak,” ujar Rusdi.

Ia menjelaskan, Permata Karawang menaungi masyarakat Batak dari berbagai puak, di antaranya Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, dan kelompok masyarakat Batak dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), baik yang beragama Islam maupun Nasrani.

Sementara itu, Ketua Umum Permata Karawang periode sebelumnya, Holmen Siahaan, S.H., M.H., dalam laporan pertanggungjawabannya memaparkan sejumlah program dan kegiatan sosial yang telah dilaksanakan selama masa kepemimpinannya.

Program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat Batak di Karawang, tetapi juga masyarakat umum serta mendukung pelaksanaan program pemerintah daerah.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengadaan satu unit ambulans Permata Karawang yang selama ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Selain itu, terdapat fasilitas tanah pemakaman umum yang diberikan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk dikelola dan diawasi Permata Karawang.

Menurut Holmen, keberadaan fasilitas pemakaman tersebut sangat membantu masyarakat Batak di Karawang, khususnya umat Nasrani, karena dapat menekan biaya pemakaman hingga sekitar 70 persen dibandingkan biaya sebelumnya.

“Dengan adanya tanah pemakaman umum tersebut, sangat membantu masyarakat Batak Karawang, khususnya yang Nasrani. Biaya yang dikeluarkan bisa ditekan sampai 70 persen dari biaya sebelumnya apabila ada keluarga yang meninggal dunia,” ungkap Holmen.

Ia berharap kepengurusan berikutnya dapat terus mengembangkan organisasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Siapa pun ketua umum dan jajaran pengurus selanjutnya, saya titip agar organisasi ini terus dikembangkan dan benar-benar dapat dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, tanpa memandang puak, agama, maupun keyakinan,” pesannya.

Setelah laporan pertanggungjawaban diterima secara utuh, prosesi penyerahan pataka Permata Karawang dilaksanakan. Holmen Siahaan didampingi Sekretaris Umum Tigor Sitinjak dan Ketua Pelaksana Harian Mardiman Ujung, S.E., C.PL., menyerahkan pataka kepada Ketua Majelis Sidang Tetap, Ad. Brondiater Silalahi, S.H., M.H.

Penyerahan tersebut turut didampingi Sekretaris Majelis Sidang Rusdi Hasibuan, S.E., serta anggota majelis sidang Marseven Pandiangan, S.H.

Ketua Umum terpilih, Samser Affandi Gultom, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Permata Karawang selama lima tahun ke depan. Ia berkomitmen melanjutkan program-program yang belum terealisasi sekaligus menyusun program baru yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Batak di Kabupaten Karawang.

“Atas arahan para Dewan Pembina, Penasehat, serta dukungan seluruh pengurus, saya akan melanjutkan program yang belum terlaksana dan menciptakan program-program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Batak Karawang,” kata Samser.

Samser juga menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh puak dan kelompok agama dalam kepengurusan mendatang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Batak untuk bersama-sama membangun dan memajukan Permata Karawang.

Berdasarkan hasil Mubes II, Ketua Umum terpilih diberikan waktu maksimal dua bulan untuk menyusun struktur kepengurusan periode 2026–2031, mempersiapkan pelantikan, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat Batak di Kabupaten Karawang.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, Permata Karawang diharapkan semakin solid dan mampu memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. (Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *